Terra Drone Menandatangani Kolaborasi Strategis dengan DEFTECH untuk Ekspansi ke Pasar Pertahanan Malaysia dan Mempercepat Pertumbuhan di Seluruh ASEAN

September 1, 2026

Tokyo, 31 Agustus 2026Terra Drone Corporation (“Terra Drone”), perusahaan teknologi drone dan Urban Air Mobility (UAM) terkemuka yang berkantor pusat di Jepang, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kolaborasi strategis dengan DRB-HICOM Defence Technologies Sdn. Bhd. (“DEFTECH”), salah satu perusahaan pertahanan terkemuka di Malaysia, dalam sektor pertahanan dan keamanan.

DEFTECH adalah perusahaan pertahanan unggulan dari Grup DRB-HICOM, salah satu kelompok perusahaan terbesar di Malaysia. DRB-HICOM mengoperasikan bisnis di segmen Mobilitas, Perbankan, Pos, Layanan, dan Properti.

Di bawah segmen Mobilitasnya, DEFTECH memiliki kemampuan yang luas dalam kendaraan lapis baja, kendaraan logistik militer, pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan (MRO), sistem nirawak, dan integrasi sistem. Perusahaan ini telah memainkan peran sentral dalam program pertahanan utama Malaysia, termasuk produksi kendaraan lapis baja AV8 Gempita 8×8 untuk Angkatan Darat Malaysia.

Latar Belakang

Lingkungan keamanan global terus berkembang pesat. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), belanja militer global mencapai rekor USD 2,72 triliun pada tahun 2024, mewakili peningkatan 9,4% dari tahun ke tahun.[1]

Seiring dengan upaya pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat kemampuan pertahanan mereka, permintaan akan sistem nirawak — termasuk drone dan Sistem Anti-Pesawat Udara Nirawak (Counter-Unmanned Aircraft Systems/C-UAS) — terus meningkat secara signifikan.

Malaysia menempati posisi yang sangat penting secara strategis di kawasan Indo-Pasifik, berbatasan dengan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Seiring dengan semakin pentingnya keamanan maritim, pengawasan pesisir, keamanan perbatasan, perlindungan infrastruktur penting, respons bencana, dan kemampuan anti-drone, permintaan akan teknologi drone canggih terus meluas.

Secara paralel, pemerintah Jepang telah memperluas program Bantuan Keamanan Resmi (Official Security Assistance/OSA), yang mendukung kemampuan pertahanan dan keamanan negara-negara mitra yang sepaham.

Selain memperkuat kerja sama keamanan bilateral, OSA memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk membangun rekam jejak operasional peralatan pertahanan melalui kerja sama pemerintah-ke-pemerintah, menciptakan peluang bisnis jangka panjang termasuk pengadaan tambahan, pemeliharaan, pelatihan, dan dukungan operasional.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, bantuan OSA yang diumumkan secara publik telah meningkat dari JPY 1,975 miliar pada TA 2023 menjadi JPY 8,0 miliar pada TA 2025, yang mewakili pertumbuhan sekitar empat kali lipat hanya dalam tiga tahun.[2][3]

Malaysia telah menjadi negara mitra OSA sejak program tersebut diluncurkan. Pada TA 2023, Jepang menyediakan peralatan pengawasan senilai sekitar JPY 400 juta kepada Angkatan Bersenjata Malaysia. Pada TA 2025, Jepang mengumumkan paket bantuan tambahan sebesar JPY 3,1 miliar termasuk kapal pendukung penyelaman dan peralatan pemantauan gencatan senjata, menunjukkan perluasan yang stabil dari kerja sama pertahanan bilateral.[4][5]

Tinjauan Kolaborasi

Dalam konteks ini, Terra Drone akan berkolaborasi dengan DEFTECH untuk memposisikan Malaysia sebagai pusat strategisnya untuk berekspansi ke pasar pertahanan ASEAN dan mempercepat penyebaran solusi drone pertahanan di seluruh kawasan.

Kemitraan ini akan berfokus pada bidang-bidang berikut:

  • Solusi drone ISR untuk pengawasan maritim, keamanan pesisir, dan perlindungan perbatasan
  • Solusi pengawasan untuk infrastruktur penting, instalasi militer, pelabuhan, dan bandara
  • Solusi Counter-UAS terhadap ancaman drone yang muncul
  • Sistem udara nirawak pertahanan, termasuk drone pencegat
  • Lingkungan operasional yang mengintegrasikan sensor, komunikasi, sistem kendali darat, dan integrasi data
  • Demonstrasi untuk Angkatan Bersenjata Malaysia dan lembaga pemerintah
  • Pelatihan, pemeliharaan, dan dukungan operasional pasca-penyebaran

Prospek Masa Depan

Ke depan, Terra Drone bermaksud memanfaatkan Malaysia sebagai basis regionalnya untuk berekspansi di seluruh ASEAN, termasuk negara-negara mitra Bantuan Keamanan Resmi (OSA) seperti Thailand, Filipina, dan Indonesia.

Perusahaan ini bertujuan untuk memperluas bisnis drone pertahanan dan keselamatan publiknya di bidang-bidang termasuk:

  • Pengawasan maritim
  • Perlindungan infrastruktur penting
  • Keamanan perbatasan
  • Respons bencana
  • Operasi anti-drone

Melalui kolaborasi ini, Terra Drone berusaha untuk berkontribusi pada penguatan keamanan regional sambil mempercepat komersialisasi solusi nirawak canggih di seluruh Asia Tenggara.

Sumber

[1] Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Trends in World Military Expenditure 2024
[2] Ministry of Foreign Affairs of Japan, Official Security Assistance (OSA)
[3] Ministry of Foreign Affairs of Japan, FY2023–FY2025 Official Security Assistance Projects
[4] Ministry of Foreign Affairs of Japan, FY2023 Malaysia OSA Project (Surveillance Equipment)
[5] Ministry of Foreign Affairs of Japan, FY2025 Malaysia OSA Project (Diving Support Vessel and Ceasefire Monitoring Equipment)

Informasi Kontak Mengenai Bisnis Pertahanan

Situs Web Bisnis: https://terra-defense.com/
Formulir Kontak: https://terra-defense.com/contact/
Terra Drone Corporation, Divisi Pertahanan, Morita
Email: defense@terra-drone.co.jp
TEL: +81-80-4329-7881

Tentang Terra Drone Corporation

Terra Drone Corporation, berkantor pusat di Jepang, adalah pemimpin global dalam solusi drone dan Advanced Air Mobility (AAM). Didedikasikan untuk misi “Unlock ‘X’ Dimensions”, perusahaan ini berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang makmur dengan “menyeberangi” jembatan—mengintegrasikan berbagai bidang untuk mendorong inovasi dan menemukan solusi. Mengkhususkan diri dalam survei, inspeksi, pertanian, dan Manajemen Lalu Lintas UAS (UAS Traffic Management/UTM), Terra Drone melayani industri seperti minyak dan gas, konstruksi, bahan kimia, energi, dan pertanian.

Dengan portofolio lebih dari 3.000 proyek yang telah diselesaikan di seluruh dunia, Terra Drone telah mencapai tonggak penting dalam bidang operasi drone. Pada Juli 2023, perusahaan ini mengakuisisi saham mayoritas di Unifly, penyedia platform UTM terkemuka di dunia, dengan penyebaran di 10 negara. Terra Drone terdaftar di Tokyo Stock Exchange Growth Market (Kode Saham: 278A) pada 29 November 2024. Perusahaan ini juga mengamankan posisi teratas dalam Peringkat Penyedia Layanan Drone Global untuk tahun 2024. Selain itu, pada Japan Startup Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI), Terra Drone mendapat kehormatan untuk menerima Penghargaan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) sebagai pengakuan atas inisiatifnya dalam mengatasi tantangan sosial di sektor infrastruktur dan transportasi.

Diakui oleh Drone Industry Insights sebagai salah satu dari tiga penyedia layanan drone industri teratas secara global selama lima tahun berturut-turut, Terra Drone bertujuan untuk membangun infrastruktur digital yang diperlukan untuk membuka potensi penuh dari solusi drone dan AAM. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web kami: http://www.terra-drone.net

Kontak Media

Tim PR, Terra Drone Corporation
Tel: +81-3-6419-7193
Email: pr@terra-drone.co.jp